Mengenal sirkuit scat crusher

Sirkuit scat crusher di mill

Oleh nizar a k

Bismillaah

Scat crusher... Mendengar kata crusher pasti sudah tidak asing lagi tentunya. Crusher yaitu alat yang digunakan untuk meremukkan batuan. Jenisnya macam-macam, ada jaw crusher, gyratory crusher, cone crusher, roll crusher dll. Tapi istilah “scat”? Hehe, saya sendiri selama kuliah belum pernah dengar itu, kecuali kalau ada yang pernah kerja praktek di lapangan mungkin akan tahu. 

Melihat ke google translate, “scat crusher” diterjemahkan sebagai “penghancur kotoran” hehe.. tentunya bukan kotoran biologis itu yang kita maksud kali ini ya. Tapi bisa jadi juga makna “kotoran” disitu cukup sesuai karena scat memang seolah-olah adalah “kotoran”, dalam bentuk batu tentunya, yang memang keluar dari mill. Yaaa ini hanya asumsi saya saja, bisa benar bisa salah loh.

Tapi istilah scat memang lazim digunakan untuk menyebut sekelompok batuan yang keluar dari dalam Mill dalam kondisi relatif masih besar (sekitar 2-3 cm) dan belum tergerus menjadi lumpur sepenuhnya. Sebagaimana kita tahu, bijih yang masuk ke dalam mill itu ukurannya bervariasi, ada yg halus berskala mikron (clay), kerikil, sampai batu sebesar tangan atau kepala. Nah scat ini tentunya berasal dari batuan yg relatif besar dan kemungkinan hanya tergerus sebagian sehingga masih berupa batuan ketika dia keluar dari Mill. Ukuran maksimumnya ya sebesar bukaan dari lubang keluar yang dipasang didalam mill (baca grating). Secara teknis, scat ini adalah batuan yang sudah mencapai ukuran minimum kritisnya, yaitu tidak bisa lagi digerus pada suatu parameter penggilingan tertentu, kecuali bila diproses ulang (baca: digiling ulang).

Gambar rombongan batu scat yang keluar dari dalam SAG Mill dan melewati ayakan getar

Apa esensinya mengurus scat ini ? Yaaa, scat ini tentunya adalah produk mill yang hanya akan menjadi buangan bila tidak diolah. Di tempat saya bekerja saat ini, persentasi scat itu sekitar 10-12% dari total bijih yang dimasukkan ke dalam SAG mill. Apa artinya? Misalkan dalam sehari kita mengumpankan 10.000 ton bijih, maka sekitar 1.000-1.200 nya adalah scat. Ingat, scat ini juga mengandung mineral berharga loh, dan masalahnya dia tidak bisa langsung dikirim ke sirkuit ekstraksi karena ukurannya masih besar. Dikirim ke tangki pelindian/sianidasi juga tentu percuma karena akan tenggelam dan jadi endapan mengganggu di dalam tangki. Dengan ukuran sebesar itu pun kemungkinan emas, perak atau mineral berharga lainnya juga belum bisa terekspos olah chemical ekstraktan.

Jadi intinya, kalau scat tidak diurus maka intinya ya anda kehilangan produksi sebesar jumlah scat tersebut.

Gambar timbunan scat yang belum diurus

Sejauh pengalaman saya pribadi, setidaknya ada 2 cara untuk mengolah kembali material scat ini, yaitu:

          1. Scat dimasukkan kembali sebagai umpan mill. Cara ini cukup simpel, hanya butuh alat berat seperti loader dan box penampung sebelum diumpankan lagi ke belt konveyor mill. Kekurangan dari praktik ini adalah dapat memberikan beban lebih kepada Mill, sehingga porsi fresh ore yang ingin diolah dapat berkurang.

2.     2. Menyiapkan sirkuit peremukan khusus untuk mengolah material scat yang keluar dari mill. Inilah yang akan kita bahas selanjutnya.

      Di tempat saya bekerja saat ini, kedua metode diatas diterapkan. Tapi tentu saja yang lebih ideal adalah metode no 2.

Sirkuit scat crusher yang dipasang ditempat saya bekerja saat ini terdiri dari 2 belt conveyor masing-masing untuk material umpan dan produk, serta 1 unit cone crusher. Ya untuk sirkuit scat crusher memang umumnya digunakan crusher tipe cone crusher, tapi ada juga yang menggunakan tipe high pressure grinding roll HPGR. Katanya tipe HPGR memiliki keuntungan lebih dalam hal menghasilkan bentuk retakan mikro yang lebih baik sehingga menciptakan celah bagi sianida untuk dapat lebih menyusup ke dalam batuan. Wallahu alam

Selanjutnya sama halnya seperti peralatan pada umumnya, monitoring terhadap performa scat crusher juga perlu untuk dilakukan. Performa yang saya maksud disini tentu saja yang berhubungan dengan sisi metalurgi, bukan sisi mekanik ataupun kelistrikan. Untuk yang itu biar yang lebih tahu untuk bicara. Bagi metallurgist sendiri, performa scat crusher cukup dilihat dengan membandingkan antara besar ukuran produk yang masuk vs yang keluar. Simpel kan... dari situ kita bisa lihat seberapa efektif kinerja peremukan dari crusher. Dibawah ini ada lah contoh hasil analisa ayak terhadap ukuran partikel untuk umpan dan produk dari scat crusher:


Garis merah menunjukkan hasil analisa ayak umpan scat crusher  sementara garis biru menunjukkan hasil analisa ayak dari produk scat crusher. Dari perbandingan kedua garis pada titik ukuran partikel 10.000 mikron (10 mm) dapat dilihat bahwa umpan scat crusher mengandung sekitar 20% material yang berukuran lebih kecil dari 10 mm. Sementara itu produk hasil peremukannya mengalami peningkatan kehalusan dengan kandungan sekitar 50% material dibawah 10 mm. Nilai reduction rasio nya pada ukuran p80 adalah sekitar 21.1/14.4 = 1.46. 

sekian, semoga bermanfaat




Posting Komentar

0 Komentar