Ayo mulai menulis

Ayo Mulai Menulis 


Oleh Nizar A K



Bismillah..


ayo belajar menulis


Sumber slideshare.net


Lanjut menulis lagi. 

Ya.. beginilah memang efek dari corona. Tidak bisa keluyuran bebas. Ditambah suasana kota Jogja yang panas maka memang paling nyaman itu ya cari angin sepoi-sepoi sambil melakukan sesuatu. Sesuatunya itu ya bisa apa saja.. main HP kah, main game online kah, atau ngerokok. Hehe.. Dari tiga di atas, cuma yang pertama saja paling yang penulis sering kerjakan. Tapi Alhamdulillah punya HP yang kapasitas baterainya cuma 1600an mAH, jadi gak kebablasan juga. 

Untuk main game online dan ngerokok juga tidak dikerjakan karena memang tidak berminat. Main game sebenarnya mengasyikkan, jadi ingat masa SMP dan SMA dulu. Tapi sekarang kalau dipikir malu juga sama umur. Apalagi kalau kepergok sama anak, rasanya mengurangi wibawa hehe.. Masa nanti kalau pak RT tanya ke anak "bapak mu ngendi ?", trus si anak jawab "noh, neng rental PS".. wkwk. Atau ketika anak buah di tempat kerja mergoki kita lagi main game.. wah sama mengurangi wibawa juga itu hehe.

Yah intinya lakukan sesuatu yang "enak/mudah" dipertanggung jawabkan lah.. dunia maupun akhirat.

Intermezzo dulu..


Baru sekitar 2 bulan sebenarnya penulis punya laptop lagi. Terakhir punya laptop itu sekitar tahun 2010-2011. Ceritanya waktu itu baru masuk dunia kerja di salah satu tambang di Lampung. Yang terpikir, kerja itu ya mesti punya laptop hehe..



Laptop pertama penulis (sumber acerID.com) dengan intel atom, maaf tidak ada gambar aslinya. Jujur sekarang tidak tahu ada di mana barangnya


Sayangnya kenyataan dunia kerja tidak begitu. Masuk dunia tambang sebagai entry level, penulis lebih banyak bergelut dengan lumpur dan ember. Komputer pun rupanya sudah disediakan perusahaan dengan spesifikasi yang lebih canggih. Akhirnya laptop pun banyak nganggur.. diajak buka file excel kalah cepat, diajak browsing pun kurang asik karena layar cuma 10 inch hehe. Pengalaman nih... lain kali beli laptop minimal cari 13 inch biar lebih nyaman dan cari spek yang lumayan agar tahan lama.

Pun ketika sudah naik level dan pindah perusahaan ke tambang di Sulawesi, dapat bos yang relatif santai. Gak pernah ngepress, bahkan saya ingat ketika sudah jam pulang dan kami masih di kantor langsung diceramahi kurang lebih begini: 

"kalau sudah waktu pulang ya pulang, kayak tidak ada hari esok saja, jangan bikin orang yang di bis menunggu"... 

walah, bos idaman itu hehehe.. semoga si bos sekarang aman-aman saja di Jakarta sana. Yah begitulah akhirnya dari tahun 2012 sd awal 2020 penulis sudah praktis tidak kenal lagi dengan laptop. Baru di tahun inilah akhirnya penulis punya laptop lagi. Tidak sengaja juga. Awalnya dimulai dari  kemungkinan berpikir kerja di kota, yang pekerjaannya seputar membuat laporan analisis dll. Tapi takdir Alloh, ternyata jodohnya masih ngurusi ember dan lumpur hehe. Daripada mubadzir, laptop yang sudah terbeli ini pun ya akhirnya digunakan untuk bikin blog. Padahal zaman booming bikin blog sudah lewat belasan tahun yang lalu hehe.

Menulis, apa gunanya?


Berikut ini beberapa manfaat yang penulis rasakan selama mulai menulis selama 2 bulan ini.

  • Pertama, mempermudah dalam membuat laporan pekerjaan. Kenapa bisa? karena otak kita sudah terbiasa menulis ratusan kata sehingga mengetik laporan kerja seperti analisis pun rasanya seperti mengalir saja. Bila jarang menulis, untuk membuat satu paragraf saja rasanya berat. Katanya, itulah salah satu kelemahan orang Indonesia hehe. Padahal dalam dunia kerja, salah satu bukti bahwa anda sudah kerja adalah laporan. Bukan cuma absen hehehe..


sumber jojonomic.com


Penulis jadi ingat, saking malasnya dulu membuat laporan, bos di kantor sampai pernah bilang kurang lebih 

"apa kalian mau mencari semacam pelatihan untuk belajar membuat laporan? agar bisa membantu kalian buat laporan"

hehe, kebetulan bos penulis ini orang asing, dan dia bertanya demikian bukan menyindir. Akan tetapi tulus menganggap barangkali penulis memang kurang skill untuk membuat laporan. Karenanya dia serius bertanya demikian. Hehe, ini sih bikin malu lulusan sarjana asli Indonesia saja. Penulis akui, memang waktu itu malas sekali buat laporan dalam bentuk tulisan. Lebih senang menaruh angka, masukkan ke tabel, kasih sedikit komentar dan kirim langsung via email hehe. 

Oh iya.. sebagai masukan, dalam dunia kerja, perlu kalian ketahui bahwa semakin tinggi level pendidikan maka semakin tinggi juga harapan orang terhadap kalian untuk bisa menulis sesuatu. Contoh, pada pabrik pengolahan mineral tempat penulis bekerja, terkait tugas pelaporan, level operator pabrik hanya bertugas untuk menyalin angka-angka hasil pengukuran di lapangan ke tabel logsheet yang sudah disediakan. Selanjutnya tabel yang sudah terisi tersebut akan diberikan kepada para engineer setiap akhir shift. Sudah sampai situ saja tugas mereka. Dan selanjutnya tugas para engineer lah untuk menceritakan angka-angka tersebut menjadi sebuah laporan analisis atau rekomendasi sesuatu.

  • Kedua, membiasakan mengisi waktu untuk melakukan sesuatu yang bisa menebar manfaat. Tentunya ini tergantung apa yang ditulis ya. Bagi penulis sendiri, dengan aktivitas menulis ini bisa mengganti waktu untuk main HP sepulang kerja hehe. Atau barangkali bagi kalian yang masih terbiasa main game di usia senja, kelamaan buka FB, posting komentar gak jelas yang bikin ribut hehe, aktivitas menulis ini bisa kalian coba.
  • Ketiga, membiasakan otak bekerja agar tidak tumpul. Barangkali ibarat tubuh yang butuh olahraga agar fit, otak pun butuh diajak berpikir agar tidak tumpul. Kegiatan menulis membuat otak selalu aktif, dibandingkan menonton TV yang sepertinya otak lebih dalam kondisi pasif. 

  • Keempat, mirip dengan point kedua di atas yaitu menebar manfaat. Penulis jadi ingat ucapan seorang ustadz tentang pentingnya amal jariyah (amal yang terus mengalirkan manfaat) meskipun kita sudah meninggal. Salah satu amal jariyah yaitu ilmu yang bermanfaat yang diamalkan oleh orang yang mendapat ilmu melalui kita. Dan salah satu proses menyebarkan ilmu itu adalah melalui tulisan. Tulisan ini bisa bertahan ratusan bahkan ribuan tahun loh.. tergantung dari kualitas dan keberkahannya tentunya. Buktinya sudah banyak diperpustakaan tuh.

    Amal jariyah = investasi = passive income


sumber muallafdunia.blogspot.com




oke sekian.. semoga bermanfaat

Posting Komentar

0 Komentar