Analisa Ekonomi Sirkuit Pengolahan Tailing

Bismillaah


Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang penerapan analisa ekonomi pada proyek instalasi pabrik pengolahan mineral. Kebetulan perusahaan saya bekerja saat ini memang sedang berada dalam tahap desain dan akan berlanjut menuju tahap konstruksi. Untuk contoh kasus, saya akan coba mengangkat analisa ekonomi pada instalasi sirkuit pengolahan tailing hasil flotasi. Contoh ini saya ambil riil dari proyek tempat saya bekerja saat ini.  Jadi untuk perhitungan biaya, saya akan gunakan data-data rill yang saya dapat dari vendor dan juga data-data dari hasil percobaan lab.

Sedikit informasi di awal, saat ini saya bekerja di proyek penambangan dan pengolahan emas. Sesuai namanya, proyek ini akan melibatkan proses penambangan bijih emas dari dalam bumi untuk kemudian diolah menjadi logam emas sebelum dijual. Untuk mengolah bijih emas agar menjadi emas logam nantinya perlu dibangun sebuah pabrik pengolahan. Sirkuit tailing flotasi yang saya sebut sebelumnya tadi adalah salah satu bagian unit yang terdapat di dalam pabrik pengolahan. Untuk lebih memperjelas  dapat dilihat diagram berikut:



Sirkuit pengolahan tailing flotasi adalah yang saya beri kotak merah garis putus-putus.  Instalasi sirkuit ini bisa dikatakan bersifat opsional karena seandainya sirkuit ini tidak dibangun pun pabrik pengolahan masih tetap memproduksi emas. Hanya saja kita akan kehilangan sebagian emas yang berada di dalam tailing flotation. Selain itu muncul juga pertanyaan, "apakah kita perlu untuk mengolah tailing dari hasil flotasi? volumenya cukup banyak sementara kadar emasnya pun hanya sedikit."

Ya benar, dari hasil uji lab yang kami lakukan, dari 100% material bijih yang diumpankan ke pabrik sebanyak 85-90% material diperkirakan akan menjadi tailing flotasi. Sementara kadar emasnya pun hanya sekitar 0.5-1 g/t karena sebagian besar emas akan masuk ke konsentrat flotasi. Tingkat rekoveri emasnya pun cukup rendah, hanya sekitar 50an %. Sehingga dikhawatirkan sirkuit ini akan lebih tinggi biaya operasionalnya dibandingkan hasil emas yang diperoleh. Apalagi untuk mengolah material dengan volume yang banyak tentunya akan dibutuhkan peralatan berkapasitas besar. 

Disinilah nantinya analisa ekonomi akan berperan untuk membantu kita dalam mengambil keputusan. Untuk analisanya sendiri nanti akan mencakup perhitungan pendapatan emas, biaya kapital dan operasional yang harus dikeluarkan. Komponen kuncinya adalah menghitung nilai NPV untuk menentukan kelayakan sirkuit ini. Selain itu juga akan dicoba beberapa simulasi perhitungan untuk beberapa nilai harga dan kadar emas. Dari sini kita bisa mencoba menghitung berapa kadar minimal emas di tailing flotasi yang ekonomis untuk diolah. 

DATA PERHITUNGAN

Berikut ini adalah data-data yang digunakan untuk perhitungan analisa ekonomi:


Untuk perhitungan cashflow tahunan, saya hanya menggunakan rumus sederhana saja yaitu hasil penjualan emas dikurangi biaya operasional. 

RUMUS PERHITUNGAN

Untuk lebih memahami bagaimana teknis perhitungannya, berikut ini saya coba jabarkan rumus yang dipakai untuk perhitungannya.

● Jumlah tailing flotasi per tahun : 122,695 tons
● Produksi emas tahunan (oz) = (jumlah tailing (ton) * kadar emas (g/ton)* rekoveri emas)  / 31.1035 g/oz
● Penjualan emas tahunan (USD) = Produksi emas tahunan (oz) * harga emas (USD/oz)
● Biaya operasional tahunan (USD) = jumlah tailing (ton) * total biaya operasi (USD/ton)
● Perhitungan untung-rugi tahunan (USD) = Penjualan emas - biaya operasional tahunan
● Perhitungan NPV =  Pada tahun ke-0 menggunakan data CAPEX (sekitar 2 juta USD) dan tahun ke-1 sd 5 menggunakan data aliran cashflow (perhitungan untung-rugi). 


HASIL PERHITUNGAN

Proses perhitungan dilakukan dengan menggunakan program excel. Berikut ini adalah tabel salah satu hasil perhitungan untuk asumsi harga emas USD 3300/oz. Tabel ini menunjukkan berapa nilai produksi emas, keuntungan penjualan emas dan nilai NPV untuk setiap asumsi kadar emas di dalam tailing. Sengaja disini saya asumsikan produksi berjalan stabil dari tahun ke 1 sd 5, baik dari tonase material, kadar, harga dan biaya operasional.

Perhitungan dengan harga emas 3300 USD/oz

Kadar emas tailing flotasi (g/t)

Produksi emas tahunan (oz)

Penjualan emas tahunan (USD)

Biaya operasi tahunan   (USD/year)

Untung-Rugi tahunan (USD)

Nilai NPV (USD)

0.20

418

1,379,868

1,114,658

265,210

-1,107,479

0.25

523

1,724,834

1,114,658

610,177

200,217

0.5

1,045

3,449,669

1,114,658

2,335,011

6,738,697

0.75

1,568

5,174,503

1,114,658

4,059,845

13,277,177

1.0

2,091

6,899,338

1,114,658

5,784,680

19,815,656


Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa untuk asumsi kadar emas tailing dibawah 0.25 g/t, NPV yang dihasilkan bernilai negatif meski masih menghasilkan keuntungan tahunan sekitar 265k USD. Sementara untuk kadar emas tepat di 0.25 g/t, NPV nya bernilai positif meski terbilang cukup rendah (200k USD). Bila kita coba hitung nilai IRR, angka yang diperoleh hanya sekitar 13.6%. Nilai NPV yang cukup menarik sepertinya baru dapat diperoleh ketika kadar emas tailing yang diolah minimal mendekati 0.5 g/t dimana keuntungan tahunan pun bisa mencapai 2.3 juta USD.

Namun bagaimana bila seandainya harga emas turun cukup jauh? Berikut ini adalah hasil perhitungan dengan cara yang sama untuk asumsi harga emas 2500 USD/oz.

Perhitungan dengan harga emas 2500 USD/oz

Kadar emas tailing flotasi (g/t)

Produksi emas tahunan (oz)

Penjualan emas tahunan (USD)

Biaya operasi tahunan   (USD/year)

Untung-Rugi tahunan (USD)

Nilai NPV (USD)

0.25

523

1,306,693

1,114,658

192,035

-1,384,869

0.5

1,045

2,613,386

1,114,658

1,498,728

3,568,525

0.75

1,568

3,920,078

1,114,658

2,805,420

8,521,919

1

2,091

5,226,771

1,114,658

4,112,113

13,475,312

Dari hasil perhitungan terbaru di atas, untuk kadar emas tailing 0.25 g/t, NPV yang dihasilkan bernilai negatif meski masih menghasilkan keuntungan tahunan sebesar 192k USD. Sementara untuk kadar emas tailing 0.5 g/t nilai NPV nya masih terbilang cukup baik meski ada penurunan keuntungan dibandingkan harga emas sebelumnya menjadi 1.4 juta USD per tahun.

Dari data nilai NPV dan kadar emas yang kita miliki untuk setiap asumsi harga emas, kita dapat membuat semacam grafik hubungan antara keduanya. Dari grafik itu kita bisa memprediksi berapa kira-kira kadar minimum emas di dalam tailing untuk menghasilkan nilai impas (NPV=0) dari proyek ini. Contohnya seperti berikut:


Demikian sedikit yang bisa saya share. Untuk analisa ini saya banyak menyederhanakan perhitungan untuk mempermudah penjelasan. Analisanya bisa lebih menarik bila kita menambahkan asumsi operasional yang tidak stabil, seperti harga emas yang naik-turun, biaya operasional ataupun tonase dan kadar material tailing yang berfluktuatif sepanjang tahun proyek.








Posting Komentar

0 Komentar